20FIT .CO.ID


Ukur Intensitas Latihan Anda

Ukur Intensitas Latihan Anda
by

Dalam latihan yang Anda lakukan setiap hari, terdapat beberapa komponen latihan yang berpengaruh terhadap kualitas latihan yang Anda lakukan. Salah satu komponen tersebut adalah intensitas latihan. Intensitas latihan adalah berat atau tidaknya latihan yang Anda lakukan. Ketika Anda berolahraga, Anda berarti melakukan aktivitas yang intensitasnya lebih tinggi dari biasanya. Secara mudah, Anda dapat melihat apakah intensitas latihan yang Anda lakukan berat atau ringan dari tingkat kelelahan yang Anda rasakan setelah berolahraga.

Olahraga terdiri dari tiga fase, yaitu pemanasan, latihan ini, dan pendinginan. Masing-masing fase tersebut memiliki intensitas ideal. Anda tinggal menyesuaikannya dengan tujuan olahraga Anda. Jika tujuan latihan yang Anda lakukan memiliki tujuan untuk kesehatan, latihan ini Anda intensitasnya berada pada level 60 – 80 persen dari denyut jantung maksimal. Sebagai contoh, Jika Anda berusia 20 tahun, maka denyut jantung Anda adalah 200 per menit sehingga untuk menentukan upper limit-nya, kalikan 20% dengan 200, yaitu 120 kali denyutan per menit. Untuk upper limit-nya, kalikan 80% dengan 200 sehingga di temukan angka 180 kali denyut per menit. Jadi normalnya adalah di 120 – 180 kali denyut per menit. Bila lebih dari itu akan membahayakan jantung Anda, dan bila kurang dari itu berarti latihan yang Anda lakukan sia-sia karena nilai kesehatannya belum tercapai dengan baik.

Jika olahraga yang Anda lakukan adalah jogging, maka Anda bisa mulai masuk ke fase perenggangan atau pemanasan dengan intensitas 50 – 55% dari denyut jantung maksimal selama 5 – 10 menit. Kemudian Anda bisa masuk ke intensitas yang lebih berat dengan mulai sedikit demi sedikit berlari menambah kecepatan. Pada saat lari ini, Anda sudah masuk pada level 60% ke atas. Terakhir fase pendinginan. Di fase ini Anda tidak di anjurkan untuk langsung turun dan berhenti berlari. Intensitasnya harus turun secara bertahap, misalnya dari 70% lalu kemudian berlahan ke 60% lalu ke 50%. Caranya, Anda bisa memperlambat lari Anda selama satu menit, kemudian menit berikutnya ubah jadi jalan cepat, lalu Anda bisa jalan biasa, dan terakhir sampai berhenti.

Namun, Anda tidak di anjurkan untuk memacu jantung Anda dengan langsung melakukan latihan intensitas tinggi. Analoginya seperti kendaraan bermotor. Jika Anda tidak memanaskan kendaran Anda dan langsung dipakai, bisa jadi bensinnya belum benar-benar naik dan belum masuk karburatornya sehingga bisa saja di tengah jallan mogok. Demikian dengan tubuh Anda. Tubuh Anda belum tentu siap jika langsung dipacu dengan olahraga intensitas tinggi. Contohnya, sendi yang masih kaku karena belum perenggangan, bisa bergeser atau sobek. Selain itu, jika jantung langsung dipacu, Anda bisa beresika terkena serangan jantung.

Untuk itu, jika tujuan olahraga adalah untuk kesehatan dan memningkatkan kebugaran, cukup olahraga dengan intensitas 60 – 80% dari denyut jantung maksimal selama tiga kali seminggu baik olahraga aerobik maupun anaerobik atau campuran antara keduanya. Terakhir, jangan lupa untuk pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya agar memperoleh hasil yang maksimal.

dr. Michael Triangto, Sp.KO – Fitness for Men Magazine

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *