20FIT .CO.ID


Resolusi 2016, Yuk Turunin Berat Badan!

Resolusi 2016, Yuk Turunin Berat Badan!
by

Gemuk bukan soal penampilan. Dalam beberapa hal, orang gemuk justru terlihat lebih menarik daripada mereka yang kurus. Malah ada juga yang mencari pasangan hidup berbadan gemuk. Anak kecil yang gemuk cenderung lucu dan menggemaskan. Orang dewasa yang gemuk identik menjadi bahan lelucon teman-temannya. Namun demikian, ada yang jauh lebih penting daripada sekedar marah karena di-“bully” soal kegemukan, yaitu sarang berbagai macam penyakit yang mematikan.

 
stock-photo-23342078-determined-to-shed-the-poundsKelebihan berat badan (obesitas) menjadi perhatian serius oleh dunia dewasa ini. Lembaga di bawah naungan PBB, World Health Organization bahkan menyatakan obeseitas sebagai epidemik global yang perlu penanganan serius. Masalah ini tidak saja menimpa di negara-negara maju, namun juga merambah ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Yang lebih mengerikan lagi, di negeri Paman Sam, obesitas adalah pembunuh nomor satu dibandingkan rokok. Seluruh jari telunjuk mengarah pada fast food sebagai biang kerok dari penyakit kelebihan berat badan ini. Sejauh ini tercatat lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia yang mengalami obesitas.

 
Pada umumnya obesitas memiliki “stadium” tersendiri. Jika kelebihan berat badannya di bawah 40 persen, masih dikategorikan ringan. Jika berkisar antara 41 hingga 100 persen, sudah masuk kategori menengah. Dan yang di atas 100 persen sudah termasuk mengkhawatirkan alias obesitas berat. Secara statistik, lima persen dari orang-orang gemuk berada di kategori ini. Dan rata-rata penderitanya adalah kaum wanita karena memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Komposisinya adalah lebih dari 30 persen lemak tubuh, sedangkan pada pria hanya 25 persen.

 
Secara umum, penyebab obesitas adalah akibat konsumsi kalori yang lebih besar daripada yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pembakaran kalori dan asupannya. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari faktor generik, faktor lingkungan, faktor psikologi, konsumsi obat-obatan, serta minimnya aktifitas fisik. Obesitas bisa memicu berbagai macam penyakit yang mematikan seperti tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung (infark miokardium), gagal jantung, kanker prostat, kanker usus besar, osteoartritis, kegagalan bernafas secara normal ketika tidur (tidur apneu) hingga diabetes tipe 2 yang timbul pada masa dewasa.
Untuk mengantisipasi penyakit ini, perlu keseriusan penderita untuk mengurangi berat badannya. Ada dua cara untuk mengobati diabetes, yaitu dengan menggunakan obat-obatan dan mengatur pola makan.

Obat-obatan yang biasa digunakan adalah obat pengurang nafsu makan serta obat yang menghalangi penyerapan zat gizi dari usus (contohnya adalah orlistat). Namun cara yang paling aman adalah dengan mengatur pola hidup dan makan. Hindari makan saat masih kenyang meskipun sudah masuk waktunya. Biasakan konsumsi buah-buahan dulu sebelum makan nasi. Dan sebisa mungkin minimalisir makan berat di atas jam tujuh malam. Tips sederhana ini bisa mengurangi berat badan secara bertahap. Konsistensi berolahraga juga menjadi kuncinya.
Maka, jadikan tahun 2016 sebagai tahun bebas obesitas!!

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *