20FIT .CO.ID


Interview with Rani Ramadhany : Antara Drum, Model dan Olahraga

Interview with Rani Ramadhany : Antara Drum, Model dan Olahraga
by

10 menit setelah Rani Ramadhany menelepon saya untuk memastikan alamat studio 20FIT di Kelapa Gading, saya melihat Rani dan ibunya duduk di ruang tunggu. Hari itu tidak begitu cerah, tapi awan gelap juga tidak menutupi daerah Jakarta Utara. Mereka tiba pukul 10.55, lima menit lebih awal dari waktu yang telah kami sepakati sebelumnya. “Rumah kami tidak jauh dari sini,” ujar ibunya.

Tak banyak yang berubah dari Rani Ramadhany, seperti yang saya temui beberapa waktu lalu; ia tetap ramah, yang saya yakini diwarisi dari sang ibu, dicampur dengan gaya menarik dan santai khas wanita seumurannya. Namun satu hal yang langsung saya sadari kemudian, Rani terlihat lebih kurus ketimbang terakhir saya bertemu. Sedangkan ibunya yang sekaligus merangkap menjadi manager untuk karir Rani, juga banyak berbincang dengan saya. “Rani anak bungsu, ia punya2  kakak yang beda umurnya cukup terlalu jauh dan sudah menikah”. Hubungan mereka jelas terlihat sangat erat.

Kami bertiga duduk di meja kayu di sebelah ruang latihan, Rani banyak bercerita tentang kesibukannya setelah program Asia’s Next Top Model selesai dan aktifitas olahraga yang sering dijalaninya dalam 2 bulan terakhir ini.

28a8e12a-d862-4b67-8d9a-601e45125df2

Rani terlihat sibuk akhir-akhir ini, ada kegiatan apa saja?

“Sekarang sebenarnya lagi sibuk nyusun non-skripsi, rencananya pengen direalisasikan juga.  Jadi 50% konsentrasi kesitu. Kebetulan di tahun 2016 ini juga ada kesibukan baru ngehost. Kalo selama ini jadi drummer, model dan film. Dunia host ini bener-bener baru banget, karena enggak ada background apa-apa. Alhamdulilah, sekalinya dapet langsung 3 acara. Karena itu, sekarang malah lagi jarang bikin cover Drum di Youtube”

Kenapa kamu memutuskan untuk mengambil job host tersebut?

“Aku orangnya memang senang explore saja. Diantara banyaknya orang yang ingin, aku enggak ingin sia-siain kesempatan itu. Selagi masih bisa waktu kuliah dan kerjaan lainnya kenapa enggak diambil sekalian. Itung-itung belajar gratis. Learning by doing.”

Kamu terlihat lebih kurus ketimbang terakhir kali kita bertemu.

“2 bulan terakhir ini, aku lagi giat-giatnya olahraga, selain karena pengen ngurusin badan juga, pengen ganti lifestyle ke lebih sehat. Aku orangnya gampang sakit sebenarnya, gampang kena flu, masuk angin. Daripada keseringan minum obat kan enggak bagus. Jadi kenapa enggak olahraga aja. Aku sekarang olahraganya nge-gym, juga seneng juga kick boxing. Tahu-tahu sudah sejam, dibandingkan kalo treadmill gitu kan setengah jam sudah lama banget, karena aku enggak terlalu enjoy lari, tapi kalo kick boxing ini enggak berasa udah 1000 kalori. Terus akhir-akhir ini juga lagi sering kombinasiin dengan latihan EMS di 20FIT”

Apa pendapat kamu tentang EMS Training di 20FIT?

“Aku sering liat di instagram, banyak yang ngepost, dari dulu pengen nyobain tapi belum ada kesempatannya. Karena jika diliat dari foto kayaknya seru dan mudah gitu, gerakannya gerakan biasa yang aku suka ngelakuin gerakan ini di gym. Jadi aku ngerasa ini gampang karena enggak pake beban, repetisi doang. Tapi pas lakuin, ternyata berat juga. Gerakannya simple tapi bener-bener berat , mungkin muscle-nya bekerja semua dan kena. Kaget sih tadi pas diestrum , tapi ditengah-tengah enjoy sih.”

Apa yang akhirnya memutuskan Rani untuk intens olahraga dari fitness, muay-thai, hingga EMS Training?

“Yang paling aku rasain berat badan ya, 2 bulan yang lalu berat badanku itu hampir 60 kg, terberat seumur hidup aku. Karena waktu itu lagi magang dan skripsi, kalo lagi skripsi sampai malem kan lapar makan, jadi pola makan dan tidur juga berantakan. Jadi ketika aku syuting ada acara, pas nonton tayangannya itu, aku ngerasa gendut banget. Wah ini udah enggak bisa lagi nih kayak gini. Dan akhirnya mulai nge-gym lagi. Hampir 2 bulan aku turun 7 kilo. Goal mau ke 49 kg, sekarang 53.”

Apa pesan Rani untuk anak-anak muda lainnya yang belum sadar pentingnya hidup sehat?

“Sebenarnya aku juga baru menyadari hal ini juga setelah 2 bulan intens olahraga. Moto aku adalah ‘To be fit, not to be skinny’. Maksudnya adalah skinny itu adalah nilai plusnya dari fit itu, Cuma konsennya lebih ke fit dulu untuk jangka panjangnya.”

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *