20FIT .CO.ID


Menakar Kebugaran Tubuh Sendiri

Menakar Kebugaran Tubuh Sendiri
by

Apakah tubuh kita sudah bugar? Mungkin banyak di antara kita yang dengan penuh percaya diri mengatakan: “Ya, saya bugar!”. Ukurannya sederhana saja. Merasa diri jarang sakit, tidak pernah merasa pegal-pegal, kalau jalan masih gagah, dan masih kuat jalan kaki. Selain itu, kita menganggap diri bugar karena masih sanggup main futsal, berenang dan juga jogging. Tentu saja tidak salah anggapan seperti itu.

Namun, apakah indikator bugar itu? Pesinetron Adjie Massaid yang meninggal beberapa tahun yang lalu adalah sosok muda yang juga (terlihat) bugar. Hidupnya sehat, tidak merokok, tidak minum alkohol dan hobi olahraga. Namun wafat sesaat setelah main sepak bola. Demikian juga dengan Benyamin Sueb, tokoh Betawi yang selalu membuat tawa penonton dengan tingkah polahnya yang lucu dan menggelitik, meninggal karena gangguan jantung selesai olahraga. Lebih luas lagi, pemain gulat profesional WWE juga banyak yang meninggal di ring. Penyebabnya rata-rata karena jantung. Dan sebaliknya, Winston Churcill, Perdana Menteri Inggris di era Perang Dunia II, adalah orang yang sangat gemar merokok. Uniknya, dia bisa mencapai umur 90 tahun.

Jadi, apakah yang disebut bugar itu? Bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan. Apa saja indikasi-indikasi seseorang bisa dikatakan bugar?

Pertama, ia memiliki daya tahan jantung dan pernafasan yang prima. Tubuh bekerja efisien dalam memberikan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk otot. Selain itu juga efisien dalam mengangkut limbah-limbah dari seluruh sel di dalam tubuh. Dampak yang terlihat adalah seseorang tidak mudah capek dan kelelahan saat selesai melakukan aktifitas fisik.

Kedua, otot kuat. Ini tidak berarti harus menjadi binaragawan. Tubuh yang bugar mampu mengeluarkan energi terbesar saat melakukan suatu gerakan. Kapasitasnya dalam mengangkat beban terakomodasi dengan sempurna. Berbeda dengan tubuh yang tidak bugar, kemampuannya tidak tersalurkan dengan optimal saat mengangkat beban.

Ketiga, masih hubungannya dengan otot, mereka yang tubuhnya bugar biasanya memiliki kemampuan otot untuk melakukan gerakan yang berulang-ulang dalam waktu yang lama. Jika ia bisa mengangkat ember dari sumur ke halaman depan dalam beberapa kali jalan, maka bisa dikatakan bahwa ia bugar.

Keempat, tentu saja tidak ada masalah dengan persendiannya alias masih fleksibel. Seseorang yang bugar mampu menggerakkan tubuh dan sendinya dalam gerakan yang normal. Mereka yang sudah berumur cenderung kurang fleksibel gerakan sendinya sehingga bisa dikatakan mereka yang sudah berumur 50 tahun ke atas sudah tidak bugar lagi.

Dan terakhir adalah komposisi tubuh. Kebugaran dilihat dari apakah tinggi badan dan berat badan seimbang. Kelebihan lemak akan mengurangi kelincahan gerakan dan keluwesan tubuh. Rumus berat ideal adalah:
Berat Badan Ideal = Berat Badan (Kg) : (Tinggi badan x Tinggi badan)

Selain kebugaran fisik, ada pula kebugaran motorik yang dilihat dari faktor seperti kecepatan gerakan, koordinasi mata dan tangan, serta mata dan kaki. Tentunya kita harus memiliki kedua sifat kebugaran tersebut.

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *