20FIT .CO.ID


Membaca Label Informasi Nilai Gizi Kemasan Makanan

Membaca Label Informasi Nilai Gizi Kemasan Makanan
by

Label informasi nilai gizi berguna untuk bahan pertimbangan membeli produk makanan dan minuman berkemasan. 8 hal berikut yang harus diperhatikan dalam membaca label informasi gizi.

Label informasi nilai gizi wajib dicantumkan oleh produsen dikemasan makanan dan minuman. Informasi tersebut bermanfaat bagi seseorang yang sedang membatasi asupan kalori. Label informasi sangat diperlukan untuk mengetahui nutrisi dari produk makanan dan minuman berkemasan, berikut 7 hal yang harus diperhatikan dalam membaca label informasi gizi

1. Jumlah sajian per kemasan

Jumlah sajian per kemasan menunjukkan jumlah takaran saji yang terdapat dalam satu kemasan makanan. Misalnya dilabel informasi gizi suatu makanan kemasan tercantum “10 sajian per kemasan”, itu artinya setiap satu kemasan dapat dibagi menjadi 10 sajian atau dapat dikonsumsi sebanyak 10 kali dengan tiap frekuensi konsumsi menghabiskan satu sajian.

Label informasi nilai gizi mempresentasikan kandungan nutrisi untuk satu sajian, bukan satu kemasan. Misalnya memakan dua bungkus makanan yang memiliki takaran satu sajian per bungkus, akan memperoleh jumlah nutrisi sebanyak dua kali lipat dari yang dicantumkan pada label informasi nilai gizi.

2. Kalori total per sajian

Kalori total menunjukkan banyak energi yang akan didapat dari setiap sajian makanan atau minuman. Penulisan kalori biasanya disertai dengan kalori dari lemak yang dihitung tersendiri, karena tidak termasuk kalori total. Misalnya, satu bungkus roti gandum memiliki informasi kalori total sajian per kemasan sebanyak 100, dan kalori dari lemak sebanyak 25. Jika memakan 2 bungkus roti gandung akan memperoleh 200 kalori, ditambah 50 kalori dari lemak.

Kalori harian merujuk kepada angka kebutuhan kalori per hari atau sebesar 2000 kalori. FDA mengelompokan kadar kalori dalam kemasan sebai berikut:

  • Kadar kalori mendekati atau sekitar 40 = Rendah
  • Kadar kalori mendekati atau sekitar 100 = Sedang
  • Kadar kalori mendekati atau sekitar 400 = Tinggi

4. Perhatikan gula

Setiap gram gula mengandung 4 kalori. Jadi jika sebuah produk berisi 15 gram gula per sajian, 60 kalorinya berasal dari gula. Jika ingin mengurangi konsumsi gula, hindari juga makanan yang menggunakan bahan pemanis buatan atau gula tambahan seperti aspartam dan corn syrup.

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh ketika Anda Mengurangi Gula

5. Angka kecukupan gizi (AKG)

Angka kecupukan gizi merujuk pada kebutuhan energi harian rata-rata sebesar 2000 kalori. AKG menunjukkan kadar nutrisi dalam satuan berat seperti milligram (mg) atau gram (gr), maupun penyajian dalam bentuk persentase (%) AKG. Setiap nutrisi memiliki rekomendasi jumlah konsumsi harian, persentase AKG diperoleh berdasarkan proporsi kandungan nutrisi dalam sajian, dibandingkan rekomendasi jumlah konsumsi harian. Kebutuhan nutrisi harian bisa dikatakan terpenuhi jika persentase AKG dari nutrisi tersebut mencapai 100%.

6. Kandungan nutrisi yang harus dipenuhi

Vitamin, protein, kalsium, mineral, dan serat diperlukan untuk menjaga keseimbangan nutrisi setiap hari, mencegah berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian pilih makanan dan minuman kemasan dengan label kecukupan nutrisi sekitar 20% AKG atau lebih.

7.  Bandingkan label informasi nilai gizi antara dua produk makanan

Untuk mengidentifikasi perbedaan asupan nutrisi yang pada suatu produk, mana yang lebih tinggi atau yang lebih rendah dengan cara membandingkan label informasi nilai gizi antara dua produk. Karena suatu makanan atau minuman memiliki kadar dan % AKG mineral yang sama, namun memiliki kandungan lemak dan kalori yang berbeda. Dengan cara membandingkan kedua produk dapat mengetahui jumlah kalori yang sesuai dengan kebutuhan.

Luthfi Adham – Source

 

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *