20FIT .CO.ID


Hindari Lakukan Hal Berikut Agar Diet Gula Sukses

Hindari Lakukan Hal Berikut Agar Diet Gula Sukses
by

Informasi mengenai dampak buruk gula terhadap kesehatan sudah banyak tersebar di mana-mana dan setiap tahun daftar keburukannya selalu bertambah. Studi yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan konsumsi makanan manis terlalu banyak meningkatkan risiko serangan jantung, dan studi yang dipublikasikan oleh The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa seseorang yang mengonsumsi gula dalam jumlah banyak memiliki risiko kematian 10% lebih tinggi dibandingkan orang pada umumnya. Tidak hanya itu, penumpukan gula di tubuh juga menyebabkan kegemukan apabila tidak diimbangi dengan pembakaran kalori yang sepadan.

Ingin mencoba mengurangi gula? Penulis buku The 3-Day Reset Pooja Mottl menyarankan kamu untuk nggak melakukan hal-hal berikut agar misimu berhasil:

Mencoba langsung nggak mengonsumsi makanan manis sama sekali

Salah jika kamu langsung mencoba menghindari makanan manis. Sebaiknya, cobalah untuk menemukan makanan sehat yang dapat memuaskan hasrat makanan manismu. Dengan demikian, kamu juga memperoleh cara lebih bergizi untuk menghilangkan keinginanmu makan makanan manis.

Hanya menghindari makanan manis

Makanan gurih maupun asin juga dapat mengandung gula. Sebut saja saus pasta, ayam nugget, saus tomat, bahkan susu almond. Jadi, baca baik-baik label nutrisi setiap makanan supaya kamu tahu seberapa besar kandungan gula di dalamnya.

Lupa kalau gula memiliki banyak bentuk

Saat melihat label nutrisi, jangan hanya mencari kata “gula”. Beberapa bahan baku lain yang dapat mengacu ke gula misalnya high-fructose corn syrup, corn sweetener, demrara, evaporated ane juice, evaporated cane juice solids, fruit-juice concentrates, dekstrosa, fruktosa, laktosa, dan istilah lainnya yang memiliki akhiran “-osa”.

Perjelas dulu jenis gula mana yang nggak boleh dikonsumsi

Di bukunya, Mottl hanya memperbolehkan kita untuk mengonsumsi yang ia sebut sebagai whole processed sweeteners dan minimally processed sweeteners, seperti sirup maple, madu hutan asli, rapadura, dan gula kelapa. Tapi semuanya tergantung kamu, apakah kamu juga ingin mengeliminasi pemanis buatan atau semua pemanis yang mengandung fruktosa, atau lainnya. Yang terpenting adalah buat keputusan ini sebelum kamu memulai program supaya nggak bingung.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan kita untuk mengonsumsi gula hanya sebesar 10 persen dari asupan kalori keseluruhan setiap harinya. Semoga informasi dan tips di atas bermanfaat untuk kamu yang ingin mengurangi asupan gula. Selamat menjalani hidup sehat!

 

Featured image: chatelaine.com

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *